Sabtu, 11 Juli 2015

Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan




Hutan Lindung Sungai Wain atau lebih dikenal HLSW Merupakan salah satu objek wisata unggulan Kota Balikpapan yang terletak 15 KM dari pusat kota Balikpapan, Karang joang, Balikpapan utara. Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) merupakan gambaran dari hutan tropis yang masih 'Virgin'memiliki dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi daerah tangkapan air bagi kota Balikpapan.. Secara Geografis HLSW terletak di 116º 47’ – 116º 55’ Bujur Timur dan 01º 02’ – 01º 10’ Lintang Selatan. Merupakan kombinasi antara hutan primer (hutan asli) dan hutan sekunder (hutan buatan pengganti hutan yang terbakar di tahun 1997/1998)




















Luas Area hutan keseluruhan adalah: 10.025 Ha
Terdiri atas:
-          Hutan Dipterocarpa dataran rendah
-          Hutan Dipterocarpa perbukitan
-          Hutan Rawa terbuka dan Air Tawar
-          Hutan Riparian
-          Aliran Sungai wain sepanjang +/ 18.300mtr (dengan hutan bakau di tepiannya)




Objek-objek di area Hutan Lindung Sungai Wain:

Berbagai Jenis pohon hutan (yang dominan) diantaranya:
-          Bangkirai (Shorea laevis)
-          Ulin (Eusideroxylon zwageri)
-          Meranti
-          Keruing
-          Gaharu (Aquilaria malaccensis)
-          Anggrek Hitam
Jenis tumbuhan langka lainnya adalah:
-          Jenis Anggrek dan Tumbuhan Merambat
-          Kantung Semar
-          Berbagai jenis Jamur (seperti: Jamur hitam)
-          Tumbuhan Endemik Balikpapan: Jahe Balikpapan (Etlingera Balikpapanensis)

Jenis-Jenis Hewan Langka:
-          Macan Dahan (Neofelis nebulosa)
-          Orang Utan (Pongo Pygmaeus)
-          Beruang Madu (Helarctos Malayanus) merupakan maskot kota Balikpapan
-          Berbagai jenis Kera (Primates)
-          Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan hewan endemik Kalimantan
-          Landak Raya (Hystrix branehylira)
-          Kucing Hutan (Felix Bengalensis)
-          Tarsius (Tarsius bancanus)
-          Macam Dahan (Neofelis nebulosa)
-          Kukang (Nycticebus coucang)
-          dan lain lain
Jenis-jenis hewan lainnya:
-          Berbagai jenis Tupai
-          Berbagai jenis Musang
-          Linsang dan Berang-berang
-          9 (sembilan) jenis burung enggang
-          242 Jenis burung lainnya
-          dan lain lain

Fasilitas-fasilitas yang dimiliki diantaranya :

Pusat penelitian Tumbuhan dan Hewan
Tracking bridge (Jembatan trek)
Beberapa Pos peristirahatan
Menara Pengintai (watch tower)
Perahu
Area wisata “Kebun Raya Balikpapan” (masih dalam process pembangunan)
















Rabu, 27 November 2013

Tugas Modul 3



Antioksidan Dan Radikal Bebas
&&&&ppp&&&

A
ntioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas.         Radikan beas adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan positif atau negate. Dimana sifat dari atom atau molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil, karena akan berusaha  menetralisir dirinya dengan cara menarik electron dari molekul atau atom yang ada di dekatnya.sehingga terjadi reaksi berantai.
            Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan sampai ke inti sel yang bisa                                 mengakibatkan terjadinya mutai gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker.
Antioksidan Dapat Berupa : Vitamin, Mineral Atau Enzim
Sumber Radikal Bebas
1.      Metabolism tubuh kita sendiri
2.      Pencemaran udara
3.      Bahan kimia dari makann dan air
4.      Alkohol
5.      Rokok
6.      Radiasi ultra violet
7.      Obat-obatan
8.      Stress
Kerusakan akibat radikal bebas
a.       penuaan yang cepat
b.      penyakit jantung
c.       system kekebalan tubuh menurun
d.      katarak
e.       Rematik
f.        Kanker
g.      Kencing manis / Diabetes

Membuat Drop Cap






P
ada hakikatnya setiap penelitian kuantitatif dalam ilmu-ilmu social mmenrapkam filosofi yang disebut deducto hipothetico verifikatif artinya , masalah penelitian dipecahkan dengan bantuan cara berfikir deduktif melalui pengajuan hipotesis yang dideduksi dari teori – teori yang bersifat universal dan umum, sehingga kesimpulan dalam bentuk hipotesis inilah yang akan divertifikasi secara empiris melalui cara berpikir induktuf dengan bantuan statistika inferensial.

J
adi, hipotesis yang diajukan peneliti , setelah membaca teori – teori yang relevan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diajukan . oleh karena itu , penggunaan kata Tanya dalam rumusan masalah harus juga diperhatikan dengan mempertimbangkan jawaban yang logis dalam hipotesis, sehingga tidak mungkin peneliti dapat mengajukan hipotesis manakala kata Tanya yang digunakan dalam perumusan masalah ilmiah adalah kata tanya seperti “sejauh manakah ” atau ” seberapa besarkah ,” karena jawabannya sejauh itu atau sebesar itu.